Lima mitos tentang kesepian

Lima mitos tentang kesepian

Rjpkr88newsflash – Kesepian dapat disebut sebagai sebuah epidemik modern. Namun apakah ini benar-benar memburuk?

Di suatu masa dalam hidup kita, kemungkinan Anda dan saya akan merasa kesepian. Itu merupakan masalah yang banyak dibicarakan pada saat ini. Bahkan Inggris bahkan memiliki seorang Menteri Kesepian baru yang bekerja antar departemen di pemerintahan untuk menangani masalah tersebut.

Ini merupakan topik yang penting dan salah satu yang menimbulkan banyak misteri, tetapi banyak mitos yang mengelilinginya. Inilah lima yang terbesar.

1) Kesepian adalah mengenai isolasi

Merasa kesepian tidak salam dengan merasa sendiri. Kesepian merupakan perasaan yang tidak terhubung. Ini merupakan rasa bahwa tidak ada orang di sekitar Anda yang memahami Anda dan bahwa Anda tidak memiliki koneksi berarti seperti yang Anda inginkan. Isolasi bisa menjadi sebuah faktor, namun itu bukan satu-satunya.

Anda dapat merasa kesepian ketika berada di kerumunan, sama seperti Anda merasa sangat bahagia, bahkan lega, untuk menghabiskan waktu sendirian. Ketika BBC melakukan Uji Coba pada 2016, aktivitas yang paling populer merupakan tindakan yang cenderung dilakukan sendirian. Terkadang kita ingin sendiri. Namun kita tidak memiliki pilihan untuk menghabiskan waktu dengan orang yang memahami kita, saat itulah kesepian melanda.

2) Ada epedemi kesepian pada saat ini

Kesepian tidak diragukan lagi semakin meningkat, namun itu tidak berarti pesentasi orang yang merasa kesepian lebih tinggi dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Merujuk studi yang dilakukan pada 1948, Christina Victor dari Universitas Brunel menunjukkan proporsi orang yang lebih tua mengalami kesepian kronis masih stabil pada usia 70 tahun, dengan 6-13% mengatakan mereka merasa sepi di sepanjang waktu.

Namun memang benar jumlah orang ang kesepian sebenarnya meningkat hanya karena adanya lebih banyak orang di dunia. Jadi tidak ada keraguan bahwa kesepian menyebabkan banyak kesedihan.

3) Kesepian selalu buruk

Kesepian menyakitkan. Tetapi berita baiknya adalah bahwa itu seringkali bersifat sementara- dan seharusnya semuanya tidak dianggap negatif. Alih-alih itu dapat menjaid pertanda bagi kami untuk mencari teman-teman baru atau menemukan cara untuk meningkatkan hubungan yang sudah ada.

Ahli neurosains sosial John Cacioppo berpendapat bahwa kita berkembang dengan mengalami kesepian untuk merawat koneksi kita dengan orang lain. Dia menyamakannya dengan rasa haus. Jika anda merasa haus Anda mencari air. Jika Anda sendiri Anda mencari orang lain.

Selama beberapa ribu tahun manusia merasa aman hidup bersama dengan kelompok, jadi masuk akal untuk memiliki mekanisme yang mendorong kita untuk terhubung dengan orang lain.

Meskipun kesepian biasanya sementara, memang benar bila itu menjadi kronis memiliki konsekuensi yang lebih serius. Ada sejumlah bukti bahwa kondisi itu dapat menurunkan kesehatan kita, dampak kualitas tidur kita dan menyebabkan kesedihan.

Hal ini juga dapat mengakibatkan lingkaran setan di mana orang merasa sangat kesepian sehingga mereka menarik diri dari situasi sosial, yang pada gilirannya membuat mereka merasa lebih sepi. Penelitian telah menunjukkan bahwa jika seseorang merasa kesepian, risikonya mengalami gejala depresi setahun kemudian lebih tinggi.

4) Kesehatan menyebabkan memburuknya kesehatan

Yang satu ini sedikit lebih rumit. Anda sering melihat statistik yang mengutip efek kesepian terhadap kesehatan kita. Tinjauan penelitian telah menemukan bahwa hal itu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke hingga hampir sepertiga dan orang kesepian memiliki tekanan darah tinggi dan harapan hidup yang lebih rendah.

mitos tentang kesepian

Ada beberapa dampak yang serius, namun dalam banyak studi melintasi sekat, mengambil potret dalam suatu masa, jadi kita tidak dapat memastikan hubungan sebab akibatnya. Ada kemungkinan orang yang terisolasi dapat dengan mudah jatuh sakit. Tapi bisa juga terjaid sebaliknya. Orang dapat menjadi terisolasi dan kesepian karena mereka telah mengalami kondisi kesehatan yang buruk, yang menghentikan mereka untuk bersosialisasi.

Atau orang yang kesepian dapat muncul dalam statistik sebagia orang yang kurang sehat karenan kesepian mereka telah menrenggut motivasinya untuk menjaga kesehatan. Dan tentu saja tidak perlu terjadi hal itu terjadi dalam satu arah atau yang lain. Bisa bekerja dua arah.

5) Sebagian besar orang tua merasa kesepian

Kesepian lebih umum terjadi pada orang tua daripada pada orang dewasa lainnya, namun dalam peninjauan kembali terhadap kesepian yang dilakukan Pamela Qualter dari Universitas Manchester, ada juga yang memuncak pada masa remaja. Sementara itu, penelitian menunjukkan bahwa 50-60% orang lanjut usia tidak sering kesepian.

mitos tentang kesepian

Masih banyak yang kita tidak tahu tentang kesepian. Itulah sebabnya kami ingin mengisi sejumlah celah dalam literatur ilmiah dengan Percobaan Kesepian BBC, yang dirancang oleh para psikolog dari Manchester, Brunel dan Universitas Exeter bekerja sama dengan Wellcome Collection. Kami ingin orang-orang di seluruh dunia mengisi survei, apakah mereka muda atau tua, kesepian atau tidak.

Tujuannya adalah untuk menemukan lebih banyak tentang persahabatan, kepercayaan dan solusi untuk kesepian yang benar-benar bekerja, sehingga lebih banyak orang bisa merasa terhubung.

Rjpkr88newsflash