4 Kenyataan Mengagetkan Gunung Agung Kembali Meletus

Rjpkr88newsflash Gunung Agung di Bali kembali erupsi. Nada dentuman keras, Senin malam, 2 Juni 2018, bikin beberapa warga yang tinggal di lereng gunung terperanjat serta pilih mengungsi ke tempat aman.

Langit malam bertabur bintang langsung memerah waktu banjir lava turun mendekat ke permukiman warga yang tinggal di seputar Gunung. Bahkan juga disebabkan lontaran pijar sejauh 2 km., rimba di sekitarnya turut terbakar.

Berdasar pada penilaian Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Tubuh Geologi Kementerian ESDM, kolom abu dengan intensitas tebal pada jam 21. 04 Wita ini lebih menuju ke barat.

Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maximum 24 mm serta waktu kira-kira 7 menit 21 detik. Waktu ini, status Gunung Agung diputuskan siaga atau level III.

Sebetulnya apa yang mengakibatkan Gunung Agung kembali erupsi? Tersebut beberapa kenyataan yang tersingkap waktu gunung setinggi 3. 142 mdpl ini kembali memuntahkan lava pijar untuk beberapa kalinya di Pulau Dewata.

1. Alami Erupsi 6 Kali

Menurut catatan dari Pusat Vulkanologi serta Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Agung alami erupsi 3x pada Senin, 2 Juli 2018. Letusan pertama berlangsung pada jam 06. 19 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ± 2. 000 mtr. diatas puncak.

Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maximum 18 mm serta waktu ± 3 menit 47 detik.

Erupsi ke-2 berlangsung pada jam 06. 41 Wita serta 06. 55 Wita dengan tinggi kolom abu semasing teramati setinggi ± 1. 000 mtr. serta 700 mtr. diatas puncak Gunung Agung.

Erupsi susulan Gunung Agung itu terekam di seismograf semasing dengan amplitudo maximum 18 mm serta 20 mm, waktu ± 2 menit 11 detik serta ± 2 menit 38 detik.

Jam 21. 04 Wita, Gunung Agung kembali erupsi. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maximum 24 mm serta waktu kira-kira 7 menit 21 detik. Erupsi berlangsung dengan cara strombolian dengan nada dentuman.

Di hari ke-2, Selasa, 3 Juli 2018, Gunung Agung meletus sampai 2 x. Erupsi pertama berlangsung jam 09. 28 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ± 2. 000 mtr. diatas puncak Gunung Agung.

Erupsi ke-2, pada jam 09. 46 Wita. Gunung Agung meletus sekali lagi dengan ketinggian kolom abu teramati ± 500 mtr. diatas puncak gunung. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maximum 18 mm serta waktu ± 1 menit 7 detik.

Erupsi ke empat berlangsung hari itu, Rabu (4/7/2018), seputar jam 03. 25 Wita. Letusan lava pijar setinggi 2. 000 mtr. berwarna kelabu dengan intensitas tebal menuju ke barat.

2. Pemicu Gunung Agung Erupsi

Walau alami 3x erupsi, menurut Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Lokasi Timur Pusat Vulkanologi serta Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devy Kamil Syahbana, tak ada tanda-tanda bakal berlangsung penambahan daya seismik yang besar.

Pemicu erupsi strombolian Gunung Agung peluang berlangsung lantaran pengerasan lava di permukaan. Keadaan itu hal umum lantaran lava di permukaan condong alami penurunan temperatur. Hal semacam ini mengakibatkan laju efusi (aliran) lava ke permukaan melambat.

Waktu aliran fluida magma (gas serta liquid) yang bakal naik ke kawah terhalang lava yang mengeras, pada titik spesifik susunan ini tidak dapat sekali lagi menahan tekanan magma dari bawah.

3. Radius Aman dari Paparan Gunung Agung

Status siaga atau level III yang didapatkan pada Gunung Agung bikin pihak PVMBG mereferensikan warga yang tinggal di seputar lereng tak melakukan aktivitas di zone bahaya.

Terpenting untuk mereka yang menetap di seputar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. Untuk mewaspadai ancaman aliran lahar hujan yang bisa berlangsung.

Begitupun dengan beberapa pendaki serta wisatawan. Tak bisa ada aktivitas apapun dalam radius 4 km. dari kawah puncak Gunung Agung.

4. Guyuran Abu Hingga ke Jember

Efek Gunung Agung erupsi, guyuran abu vulkanik juga dirasa oleh warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Oleh pihak Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, beberapa ribu masker diberikan orang-orang.

Imbauan untuk memakai masker waktu melancong ke luar rumah gencar dikerjakan pemerintah daerah, supaya warga tak alami masalah pernafasan.

” Kami imbau orang-orang memakai masker waktu ada diluar rumah serta luar ruang, lantaran abu vulkanik itu bisa membahayakan kesehatan, ” papar Kepala Bagian Kedaruratan serta Logistik Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Heru Widagdo di Jember, Selasa (3/7/2018), ditulis Pada.