Modal Pengalaman, Anies Akan tertibkan dunia malam di DKI Jakarta

Rjpkr88newsflash – Sebagai ibu kota negara, Jakarta punya segalanya. Hal itu pula yang membuat aktivitas warganya tak pernah berhenti meski malam menjelang.

Meski tak sepadat pagi dan siang hari, denyut kehidupan di Jakarta masih sangat terasa di sejumlah titik. Khususnya lokasi yang menyediakan tempat hiburan malam.

Sejak masa kampanye, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan WakilnyaSandiaga Uno, sudah memberi sinyal tempat hiburan malam yang tak sesuai aturan akan ditindak. Salah satu janjinya yang paling nyata adalah menutup hotel dan griya pijat Alexis yang terletak di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

Informasi yang dia dapat, dalam perjalanannya bisnis yang ditawarkan tempat itu justru melenceng. Disebut-sebut tempat itu ada kegiatan prostitusi.

Resmi dilantik pada 17 Oktober lalu, ramai-ramai pihak menagih janji Anies untuk menutup Alexis. Seorang tak mau dicap ingkar, berdalih sudah melakukan penyelidikan panjang terkait keberadaan hotel dan gerai pijat Alexis, akhirnya tempat hiburan malam di sudut kota Jakarta itu resmi ditutup pada akhir Oktober lalu. Tepat kira-kira dua pekan Anies dan Sandi menduduki kursi pimpinan DKI.

Anies tak peduli Alexis tiap tahunnya menyetor pajak sebesar Rp 30 miliar ke DKI. Baginya, membangun kota dengan uang halal jauh lebih bermartabat ketimbang mendapat banyak pemasukan namun dari bisnis haram.

“Kita ingin uang halal. Kita ingin dari kerja halal. (Pajak dari usaha prostitusi) Enggak berkah,” tegas Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (31/10).

“Akal sehat nih, apakah karena pemasukan yang banyak pelanggaran dibiarkan? Apakah negeri ini mau diatur dengan pemasukan? Kalau diatur dengan pemasukan kita enggak punya aturan,” sambungnya.

Penutup Alexis menyusul dengan tak diterimanya surat perpanjangan izin usaha yang diajukan pengelola. “Ya saya akan tindak yang melakukan pelanggaran. Pokoknya kita akan tegas. Buktinya sudah cukup, kita sudah cukup. Kita bekerja sudah lama,” tegas Anies.

Image result for Sabung ayam s128 rajapoker

Menurut Anies, apa yang telah dilakukannya terhadap Alexis sebagai upaya menyelamatkan harga diri kota Jakarta. Dia yakin masih banyak potensi pajak yang bisa didapat DKI tanpa harus dari bisnis prostitusi.

“Saya menyelamatkan yang tak ternilai, harga diri, nilai sebuah ketertiban,” tegas Anies.

Langkah Anies kemudian disambut dua jempol dari banyak kalangan. Tak perlu negosiasi panjang, Anies dan Sandi mampu menutup Alexis di awal kepemimpinan mereka.

Anies menegaskan hal yang sama bisa saja terjadi di tempat hiburan malam lainnya selama mereka tak menjalankan bisnisnya dengan benar.

“”Hiburan malam tidak mau ditutup semua, bahaya kalau itu kalau Anda bilang Rp 750 M (target pajak hiburan) ditutup, enggak, yang ada praktik bermasalah yang akan kita permasalahkan,” jelas Anies.

Hingar bingar ditutupnya Alexis sebenarnya belum benar-benar selesai. Namun duet Anies dan Sandi kembali melakukan gebrakan. Tepat sebulan menjabat, keduanya kembali menutup satu tempat hiburan malam.

Keduanya meminta diskotek Diamond di kawasan Tamansari, Jakarta Barat, segera ditutup. Sebelumnya Diskotek Diamond memang telah disegel pascapenangkapan politisi Partai Golkar, Indra J Piliang, bersama dua rekannya.

“Langkah ke depan saya tegaskan kita jalankan Perda Nomor 6 itu dan kita ingin agar serius dalam mencegah narkoba. Tidak ada tutup buka tutup buka begitu di situ ditemukan narkoba maka tempat itu tidak lagi bisa beroperasi,” kata Anies.

Selain prostitusi, dia menolak berkompromi dengan bisnis yang berbau narkotika. Langkah tegas tersebut bagian dari upaya mereka memberantas narkotika di Jakarta yang peredarannya kian memprihatinkan.

“Dan kita meminta kepada semua tempat, apalagi tempat-tempat yang beroperasi di malam hari, jangan biarkan lokasi itu menjadi tempat peredaran narkoba,” katanya.

Penutupan resmi dilakukan pada 16 November kemarin oleh Satuan Polisi Pamong Praja.

“Prosesnya pada hari ini 16 November, kami dari Satuan Polisi Pamong Praja melakukan pemberhentian atau penutupan secara permanen untuk kegiatan usaha diamond karaoke yang pada tanggal 15 September ditutup sementara sambil menunggu hasil penyelidikan Polda Metro Jaya,” kata Kepala Seksi Operasi Satpol PP DKI Jakarta Harry Apriyanto melalui keterangan tertulis, Jumat (17/11).

Harry menegaskan bahwa Diamond Karaoke telah terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Yani Wahyu mengatakan, dari empat jenis usaha yang dimiliki Diskotek Diamond yang dilakukan penutupan secara permanen hanyalah tempat karaoke saja. Sedangkan untuk tiga usaha yang lain masih beroperasi.

“Usahanya pertama bar Diamond, kedua musik hidup Diamond, ketiga restoran yang karaoke ini yang ditutup karaoke doang karena di situ TKP yang ada narkobanya,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (17/11).

Dia mengungkapkan, saat melakukan penutupan untuk Diamond Karaoke, manajemen dari Diamond Club dan Karaoke sangat kooperatif. Sehingga penutupan berjalan lancar tanpa ada perlawanan.

 

Rjpkr88newsflash